Jakarta - Untuk menjadi pengusaha sukses tidak mengenal
latar belakang seseorang. Kerja keras, kejelian dan bertahan dari jatuh
bangun menjadi kunci siapapun yang ingin menjadi pengusaha sukses.
Lika-liku
ini juga dialami oleh Sanin, pria paruh baya yang sebelumnya berprofesi
sebagai tukang becak ini sukses menjadi pengusaha garam yang beromzet
Rp 400 juta per tahun.
Pengusaha asal Cirebon ini mengatakan saat
menjadi tukang becak, ia melihat peluang usaha di daerahnya yang masih
terbuka luas dan relatif mudah dijalankan karena daerahnya merupakan
sentral penghasil garam. Sanin memberanikan diri untuk belajar membuat
garam pada sebuah pabrik, akhirnya ia memulai untuk membuat garam
sendiri.
"Dulunya saya tukang becak, kira-kira dua tahun di
prapatan jalan Cirebon ada pabrik garam. Setelah itu kita menimba ilmu
di situ, kemudian kita kerja kurang lebih selama dua bulan. setelah itu
kita bikin di belakang rumah. Saya dan istri coba-coba melakukan itu,
akhirnya dijual ke pasar lalu laku," ungkap Sanin beberapa waktu lalu di
Jakarta kepada detikFinance.
Melalui ketekunannya, pelanggan
garam olahan buatan Sanin pun bertambah banyak. Sehingga ia pun
membangun pabrik garam sendiri dan mempekerjakan tetangganya sebagai
karyawan.
"Lambat laun ternyata keuntungan kita tambah besar dan
banyak peminatnya. Akhirnya kita menambah karyawan dari
tetangga-tetangga kita lalu kita bisa membeli tanah untuk tempat
produksi yang lebih luas lagi dan sekarang ada pabrik, yakni pabrik
garam," tambahnya.
Sanin mengaku, dalam setahun ia bisa
menghasilkan garam minimal mencapai 2.000 ton. Sanin mengaku kewalahan
memenuhi permintaan garam olahan yang datang dari Cirebon dan luar kota.
"Pasaran
kita di daerah Cirebon, Kuningan, dan Jawa Tengah. Justru kita nyari
orang kerjanya agak susah. Kalau barang jualnya habis-habis terus, tak
pernah berkurang. Karena pemasaran banyak sekali setelah beredar,"
sambungnya.
Usahanya yang ditekuni Sanin sejak 30 tahun silam
bukannya tanpa tantangan. Ketika usahanya tumbuh dan membutuhkan
tambahan modal, ia pernah ditolak saat mengajukan pinjaman ke sebuah
bank karena dianggap usahanya tidak menjanjikan. Berkat kegigihannya,
akhirnya Sanin pun bisa memperoleh pinjaman.
"Kita pernah
mengajukan utang pinjaman ke bank, tapi waktu itu ditolak. Katanya
setelah ditolak, bangunnya masih bilik. Setelah itu akhirnya kita ke
bank lain. setelah diproses dan melihat prospek perkembangan usaha kita,
akhirnya kita dapat dana dan akhirnya usaha kita berkembang sampai
sekarang. Sekarang punya tanah, punya kantor, punya pabrik," sebutnya
Pria
yang tidak tamat pendidikan sekolah dasar (SD) ini menjelaskan hasil
usahanya bisa membuat ia naik haji beberapa kali dan menyekolahkan
anaknya hingga ke jenjang sarjana. Usaha yang ditekuni Sanin saat ini,
juga telah merambah ke pabrik pembuatan pupuk.
"Anak saya pun
kini sarjana semua. Sementara saya pendidikan kelas 4 SR (setara SD)
dulu. Makanya kita punya anak tidak mau mengalami masa muda seperti
kita, makanya kita sekolahkan semua itu. Kita haji pun sudah dua kali,
malah akan datang tahun depan mau umroh dulu," tutup Sanin.Sumber
Home »
Dunia bisnis
» Tukang Becak Tak Lulus SD Ini Jadi Juragan Garam Beromzet Ratusan Juta
Tukang Becak Tak Lulus SD Ini Jadi Juragan Garam Beromzet Ratusan Juta
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan
klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website






0 komentar:
Posting Komentar